Kesenian Tionghoa yang Bercampur dengan Budaya Jawa

Kesenian Tionghoa yang Bercampur dengan Budaya Jawa

Wayang Potehi, Kesenian Tionghoa yang Bercampur dengan Budaya Jawa

Cnczol. – Pernahkah Anda dengar tentang jenis kesenian tradisional Wayang Potehi? Asalnya memang bukan dari Indonesia sehingga tak banyak masyarakat mengetahui bahkan pernah melihatnya sekalipun. Berbeda seperti wayang kulit dimana punya bentuk gepeng dan terbuat dari kulit binatang, Wayang Potehi merupakan boneka kecil dan konsepnya hampir mirip seperti wayang Golek.

Sebenarnya jenis seni unik yang satu ini asli dari bangsa Tionghoa dimana disebarkan sejak zaman dahulu ke wilayah Indonesia. Fakta mengejutkan mengenai boneka tersebut yaitu bisa mencapai umur sampai ratusan tahun, misalnya seperti di Museum Wayang Potehi Gudo-Gudo, daerah Jombang, Jawa Timur.

  • Kesenian Wayang dengan Kekuatan Mistis

Bukan suatu rahasia lagi kalau kesenian tradisional Indonesia banyak yang berhubungan dengan hal mistis. Contohnya seperti tarian memanggil arwah, penari dimasuki roh, wayang menggunakan kekuatn gaib atau lain sebagainya. Meski berasal dari negeri asing ternyata Wayang Potehi punya sejarah dan kepercayaan yang sama dimana ada roh leluhur bahkan dewa tertentu mendiami boneka tersebut. Selama pertunjukan berlangsung, konon kabarnya para boneka tersebut bisa bergerak sendiri seakan memiliki jiwa meskipun dipegang oleh seorang dalang.

Sejarah dari Wayang Potehi sendiri sudah ada dari zaman dinasti Jin di tahun 265 sampai 420 Masehi. Kata Potehi asalnya dari pou yang artinya kain, kemudian te berarti kantung, serta hi yaitu wayang atau boneka. Dengan begitu keseluruhan artinya menjadi wayang yang terbuat dari boneka kain atau kantong kain. Kesenian ini masuk ke Indonesia dibawa oleh para perantau Tionghoa dan akhirnya melebur jadi satu dengan kebudayaan setempat, khususnya di Pulau Jawa.

Fakta-Fakta Menarik tentang Wayang Potehi

Supaya Anda lebih paham dan mengerti maka perhatikan mengenai fakta Wayang Potehi berikut.

  1. Kisah Terpidana yang Mati

Ada seuah kabar mengejutkan mengenai sejarah ditemukannya kesenian ini pertama kali. Asalnya dari seorang terpidana hukuman mati di penjara yang sengaja membuat boneka kain untuk menghibur diri serta mengusir kesepian. Terpidana tersebut menggunakan kaos tangan kemudian menabuh beberapa perkakas penjara agar mengeluarkan bebunyian layaknya alat musik.

  1. Melakukan Ritual dengan Sesaji

Masih berhubungan dengan hal mistis yang memercayai kalau Wayang Potehi dimasuki roh para leluhur. Agar acara berjalan lancar maka dalang atau para pemain pertunjukan akan melangsungkan ritual khusus, seperti membakar uang emas atau Sin Cua sebagai sesajinya. Kebiasaan tersebut sudah dilakukan secara turun menurun guna meminta izin para roh nenek moyang dan leluhur bangsa Tionghoa.

  1. Tidak Ada Lagi di Cina

Masih meriah dan banyak penggemar tetapi Wayang Potehi malah punah total di Cina. Masyarakat Tionghoa sudah tak memainkannya lagi karena ada nya Casino Online bahkan tidak pernah menggelar pertunjukan kesenian tersebut. Oleh sebab itulah orang Tionghoa di Indonesia, khususnya Pulau Jawa ingin tetap melestarikannya sebagai salah satu seni tradisional tanah air yang mendapatkan pengaruh dari budaya asing.

  1. Menggunakan Bahasa Khusus

Tak sembarang orang bisa menjadi dalang untuk memainkan boneka Potehi. Mereka harus mampu berbahasa Hokkian, bahasa tradisional klasik rakyat Cina. Karena muncul sejak era kerajaan maka selama pertunjukan berlangsung berbicara dengan bahasa tersebut. Bahkan orang Cina sendiri juga seringkali kesulitan dan mengangga hal tersebut sebagai tantangan paling besar.

  1. Ada Musium Khusus Wayang Potehi

Indonesia termasuk beruntung karena punya seni tradisional Wayang Potehi hasil campuran budaya Tionghoa dan Jawa. Pasalnya sudah tidak ada lagi kesenian semacam ini bahkan di negara asalnya sekalipun. Supaya tetap lestari, bukan hanya diadakan pertunjukan di waktu dan tempat tertentu saja melainkan dibangun musium khusus Wayang Potehi di Jombang, Jawa Timur. Barang yang disimpan ada beraneka ragam, seperti boneka wayang, alat musik tradisional, dan sebagainya. Bahkan koleksi bonekanya ada ratusan mulai dari yang paling modern sampai berusia sampai 200 tahunan sekalipun. Tidaklah heran kalau masyarakat Tionghoa sangat percaya kalau boneka tersebut dihuni roh leluhur bahkan titisan para dewa sehingga terkesan seperti hidup dan mempunyai nyawa.

  1. Pentas Potehi di Jogja

Kalau Anda merasa penasaran akan keunikan dari kesenian yang satu ini maka bisa berkunjung ke Kota Jogja. Setiap tahun, terutama saat acara Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta selalu ada pertunjukan Wayang Potehi. Lokasinya juga tak terlalu jauh dari pusat kota yakni di Kampung Ketandan, kawasan Malioboro. Acara akan berlangsung setiap hari selama perayaan tersebut, tepatnya dimulai pada pukul 18.30 sore hari. Sudah disediakan tempat dan panggung tersendiri sehingga para penonton tak perlu khawatir harus berdiri berjam-jam. Datang saja lebih awal bahkan kalau perlu sudah stand by terlebih dahulu agar mendapatkan deretan kursi paling depan sendiri.

Wayang Potehi memang sangat menarik meskipun bukan asli berasal dari negeri sendiri. Namun kita harus tetap berbangga hati karena kesenian unik dan luar biasa ini hanya ada di Indonesia saja bahkan sudah bercampur dengan kebudayaan Jawa.