5 Budaya Penjajah Yang Masih Di Lestarikan di Indonesia

5 Budaya Penjajah Yang Masih Di Lestarikan di Indonesia

Cnczol – Indonesia memiliki masa lalu yang kelam yang tercatat dalam sejarah. Meskipun saat ini Indonesia sudah merdeka tak menjadikan budaya asing dari penjajah hilang begitu saja. Fakta menariknya, budaya yang ditinggalkan oleh penjajah itu masih dipertahankan sampai saat ini. Bahkan dalam susunan pemerintahan juga masih mengikuti budaya dari masa penjajahan Belanda. Berikut 5 budaya penjajah yang masih di lestarikan di Indonesia.

1. Nama dan Perkampungan

Nama dan Perkampungan

Nama dan Perkampungan

Salah satu peninggalan budaya asing dari penjajah adalah nama. Nama-nama seperti Rodrigues, da Silva, Mendoza, Gonsalves, De Fretas dan Dias adalah nama-nama dari penjajah kebangsaan Portugis. Nama-nama tersebut masih banyak digunakan di Indonesia bagian timur yang mana dulunya banyak Bangsa Portugis yang singgah disana. Selain nama-nama penduduk di Indonesia timur, di Pulau Jawa sendiri terdapat nama=anama kampung yang diberikan oleh para penjajah. Seperti Tugu Jakarta, kampung ini memiliki penduduk yang mayoritas menganut agama Kristen. Sejarahnya, penduduk di kampung ini di paksa untuk menjadi penganut Kristen agar terlepas dari status tawanan.

2. Bahasa

Bahasa

Bahasa

Peninggalan lain dari budaya penjajah adalah bahasa. Interaksi antara penjajah dan penduduk Indonesia secara tidak sadar membuat Indonesia memiliki gaya bahasa yang baru. Bahkan keragaman bahasa dari penjajah kini menjadi awal terbentuknya kosakata yang sering digunakan masyarakat Indonesia. Percaya atau tidak, sejarah dari kosakata Indonesia bermula dari budaya asing. Kosata serapan bahasa asing tersebut lebih banyak diambil dari bahasa Belanda.

3. Struktur Masyarakat

 Struktur Masyarakat

Struktur Masyarakat

Mungkin dari sejarahnya struktur pemerintahan di Indonesia awalnya hanya terbagi dalam lingkup perdesaan. Namun sejak masa penjajahan Jepang di Indonesia, struktur tersebut akhirnya diperluas hingga memudahkan jepang untuk mengawasi setiap daerah jajahannya. Dari tingkat desa, Jepang membagi kelingkup yang lebih kecil lagi yang dimakan sekarang sebagai Rukun Warga dan Rukun Tetangga. RW dan RT adalah bentuk nyata peninggalan budaya asing yang masih digunakan dalam sistem pemerintahan di Indonesia. Dan memang sistem struktur ini berpengaruh besar dalam memudahkan pola koordinasi dan administrasi pemerintahan yang sekarang berlaku di Indonesia.

4. Kesenian

Kesenian Keroncong atau Fado

Kesenian Keroncong atau Fado

Musik adalah sebuah budaya bangsa asing yang masuk kedalam Indonesia melalui penjajahan. Mungkin hampir setiap orang mengetahui musik keroncong. Namun tidak banyak yang mengetahui bahwa musik tersebut berasal dari bangsa Portugis yang awalnya bernama Fado. Musik Fado awalnya dibawahkan oleh para budak negro di Cape Verde Afrika ke Portugis pada abad ke-15. Seiring perkembangan jaman, musik fado dinamakan menjadi Moresco yang di iringi dengan gerakan tarian. Setiap pementasan dari tarian Moresco pasti di iringi oleh irama gitar kecil yang disebut juga Cavaquinho. Alat musik tersebut dibawa ke Indonesia oleh seorang pelaut Portugis yang ikut menjajah Indonesia. Bunyi dari suara crong-crong dari alat musik Cavaquinho inilah yang akhirnya disebut sebagai keroncong.

5. Pendidikan

Pendidikan

Pendidikan

Selain menerapkan metode pembelajaran secara terstruktur, sistem lainnya juga diterapkan dari peninggalan penjajahan dengan sistem jenjang pendidikan yang didasarkan oleh tahun. Salah satu contohnya adalah kewajiban dari para peserta didik yang menempuh sekolah dasar selama 6 tahun. Penetapan umur pada kualifikasi calon masuknya peserta didik juga merupakan bagian dari warisan penjajahan Belanda.

Tinggalkan Balasan