Menyingkap Kebenaran Tari Ronggeng Tradisional

Menyingkap Kebenaran Tari Ronggeng Tradisional

Menyingkap Kebenaran Tari Ronggeng Tradisional yang Katanya Mistis dan Berbau Seksual

CnczoL. – Seni tari di Indonesia ada beragam jenisnya karena dibedakan menurut asal daerah, tujuan serta sejarahnya. Misal seperti seni tari tradisional dimana sudah ada sejak masa kerajaan dahulu kala, dibuat nenek moyang bangsa dengan beberapa tujuan. Adapun diantaranya sebagai hiburan raja dan bangsawan, iringan upacara adat atau ritual suci, menolakk balak, mendatangkan keberuntungan, bentuk syukur pada Tuhan atau leluhur, dll. Anda bisa mendapati macam-macam jenis tarian khas suatu daerah dari Sabang sampai Merauke dengan sejarah menarik. Salah satu diantaranya adalah Tari Ronggeng yang asalnya dari Sunda, Jawa Barat.

Dianggap Mistis dan Tabu

Tari Ronggeng seringkali dihubungkan dengan hal berbau mistis karena kono kabarnya dapat mengundang arwah atau makhluk gaib. Ada pula yang mengatakan jika para penarinya akan dirasuki roh penari masa lampau agar dapat melakukan pertunjukan dengan lancar. Hal ini dikarenakan kesenian Ronggeng harus mempunyai fisik kuat karena berlangsung semalaman suntuk tanpa henti sekalipun. Tujuan memasukkan roh gaib adalah supaya sang penari mampu bertahan selama berjam-jam lamanya.

Satu lagi mitos mengenai seni ini yaitu ada unsur seksual dan tabu dimana penari Ronggeng merupakan wanita penghibur atau pelacur. Mereka menggoda para pria dengan cara menari semi erotis, menarik salah seorang penonton naik panggung dan berjoget  bersama. Biasanya mereka yang dibawa ke panggung harus memberikan uang saweran dengan jumlah bermacam-macam. Hiburan tersebut digunakan pula oleh para bangswan atau raja untuk mengibur diri atau ketika membuat suatu perayaan besar. Meskipun dianggap kurang baik, nyatanya tari Ronggeng pernah populer dari tahun 1970 hingga 1980. Kemudian nyaris saja punah karena sudah tak dilestarikan lagi dan mendapat penolakan keras dari masyarakat modern di era 1990-an.

Fakta Mengenai Tari Ronggeng

Orang menganggap penari Ronggeng adalah wanita penggoda. Stigma ini muncul karena sejarah memang lebih dahulu menganggapnya begitu. Inilah yang kemudian menjadikan kesenian tersebut hilang ditelan zaman dimana dipandang tabu tetapi masyarakat malah memilih budaya modern dari luar negeri. Ironis sekali bukan? Tari Ronggeng punya berbagai fakta mengejutkan yang akan membuka pikiran banyak orang, diantaranya seperti:

  1. Pengertian Ronggeng Sebenarnya

Anggapan kalau Ronggeng adalah pelacur dan wanita penghibur tidakl sepenuhnya betul. Hal ini diungkapkan oleh Anis Sujana, seorang budayawan Indonesia yang menjelaskan mengenai profesi penari Ronggeng itu sendiri. Dicap sebagai sarana melakukan praktek prostitusi, ternyata seni tersebut menyimpan fakta besar dimana tidak banyak diketahui orang. Ronggeng atau sebutan bagi si wanita penari memang diharusnya punya paras cantik, tubuh molek dan suara merdu mendayu. Disamping itu mereka diwajibkan menari selama berjam-jam bahkan semalaman suntuk sambil bernyanyi sekaligus membela diri.

  1. Bukan dari Kalangan Biasa

Seorang Ronggeng bukan berasal dari kalangan orang biasa melainkan dipilih secara khusus. Pasalnya mereka akan dilatih keras supaya menjadi penari profesional dengan fisik kuat. Pada zamannya, mereka sangat dihormati masyarakat meskipun acapkali dipandang sebagai wanita penggoda laki-laki. Tugasnya tak hanya menari saja melainkan sebagai pembawa keberuntungan sehingga sering diundang sebagai pemimpin dalam upacara sakral atau ritual.

  1. Sejarah Tari Ronggeng

Tari Ronggen merupakan kesenian tradisional khas rakyat Pasundan, Jawa Barat. Mulai berkembang pesar di Tatar Pasundan dimana ada seorang dewi bernama Siti Semboja ingin melakukan pembalasan dendam kematian suami tercinta, Raden Anggalarang. Ia menyamar menjadi Nini Bogem selaki penari keliling diiringi tabuhan musik gamelan. Sejarah ini bukan hanya cerita rakyat semata melainkan ditemukan bukti pada sebuah candi di Sukawening yang memperlihatkan relief serta arca berbentuk gong.

  1. Tak Sekedar Hiburan Rakyat

Tari ini bukan hanya dipergunakan sebagai sarana hiburan saja melainkan pengiring ketika upacara dan ritual sakral berlangsug. Masih berkaitan dengan sejarah Siti Semboja yang melakukan tarian guna memberi keberuntungan dan kesuburan. Oleh sebab itulah masih beberapa kali ditemui pagelaran tari Ronggeng di upacara panen suatu daerah di Jawa Barat, khusunya bumi Pasundan.

  1. Hiburan di Zaman Belanda

Ada sejarah lain mengungkapkan soal asal usul tarian Ronggeng. Para sejarahwan memberikan prediksi kalau kesenian itu sudah muncul sejak abad ke-8. Buktinya sendiri ada pada permukaan relief Candi Borobudur menunjukkan kegiatan penari wanita yang disaksikan para pria. Pada masa penjajahan Belanda, pertunjukan ini begitu populer dan jadi primadona. Awalnya hanya dijadikan sebagai hiburan para pekerja paksa serta para tentara setelah lelah bekerja seharian. Kemudian bangsawan dan tuan tanah turut tertarik sehingga menggandrungi tari Ronggeng.

Bermula dari anggapan masa lalu sampai sekarang tari Ronggeng masih saja dianggap sebagai hal tabu. Banyak orang di berbagai daerah menolak kesenian tersebut dan akhirnya mulai punah. Akan tetapi sekarang tarian tersebut sudah berinovasi agar mudah diterima masyarakat luas, menghilangkan unsur seksual, menerapkan peraturan tertentu dan gerakan baru.